Kabar
Meningkatkan Kualitas PAUD dengan Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar)
PSKP, Jakarta – Kualitas sekolah menentukan kualitas pendidikan anak-anak, terutama pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD merupakan fondasi untuk mempersiapkan anak-anak menghadapi jenjang selanjutnya. Untuk meningkatkan kualitas sekolah, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengadakan Survei Lingkungan Belajar.
Survei Lingkungan Belajar atau Sulingjar adalah alat ukur yang digunakan untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah. Selain itu, Sulingjar juga menggambarkan kondisi nyata di lapangan, mulai dari kualitas pembelajaran, dukungan lingkungan, hingga kebutuhan sekolah.
Pemanfaatan Sulingjar dijelaskan secara mendalam pada webinar “Membangun PAUD Bermutu melalui Survei Lingkungan Belajar” yang diselenggarakan di kanal Youtube PAUDPEDIA secara langsung (live) pada 14 Juli 2026.
Membuka webinar, Direktur PAUD, Kurniawan, mengatakan bahwa pada 2025, terdapat 186.871 satuan PAUD (91,72%) di seluruh Indonesia yang telah mengisi Sulingjar. “Capaian ini harus kita pertahankan, bahkan harus kita tingkatkan, sehingga pada tahun 2026 ini seluruh satuan PAUD dapat berpartisipasi secara penuh,” ucap Kurniawan.
Pelaksanaan Sulingjar 2026 akan berlangsung pada 20 Juli–17 Agustus 2026 secara daring dan mandiri. Harapannya, kepala sekolah dan seluruh guru dapat berpartisipasi dalam mengisi survei.
Meni Handayani dari Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) menjelaskan bahwa hasil Sulingjar akan menjadi bagian dari basis data Rapor Pendidikan yang memuat kondisi sekolah, akar masalah, rekomendasi, dan inspirasi perbaikan. Data tersebut dapat dimanfaatkan oleh satuan PAUD untuk meningkatkan kualitas pembelajaran serta lingkungan belajar. Meni menekankan bahwa Sulingjar bukan hanya sekadar survei, tetapi juga instrumen evaluasi diri yang mendorong sekolah melakukan perbaikan mutu secara berkelanjutan.
Meni juga menjelaskan bahwa Sulingjar memberikan berbagai manfaat, antara lain memberikan gambaran kondisi layanan sebagai dasar peningkatan mutu pembelajaran, memetakan mutu layanan PAUD, memudahkan penyusunan program pendampingan dan pembinaan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah, serta menjadi acuan dalam penyusunan kebijakan pendidikan di tingkat daerah maupun nasional.
Seto Setiawan dari Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) memaparkan persiapan teknis serta cara pengisian Sulingjar, mulai dari validasi data, pencetakan kartu login oleh operator untuk kepala sekolah dan guru, pengisian survei secara individu, serta pemantauan oleh operator untuk memastikan seluruh guru dan kepala sekolah menyelesaikan pengisian. Selanjutnya, data yang telah terkumpul akan diolah oleh Kementerian sebagai bahan penyusunan Rapor Pendidikan.
Alur singkat dari persiapan teknis, pengisian Sulingjar, hingga penggunaan data untuk meningkatkan mutu PAUD secara berkelanjutan
Lebih lanjut, Seto menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan Sulingjar bergantung pada validitas data dan kesiapan teknis seluruh sekolah. Kurniawan pun mengimbau seluruh satuan PAUD agar mengisi Sulingjar secara objektif dan jujur.
Menurutnya, data yang akurat akan membantu pemerintah melakukan evaluasi secara tepat dan menyusun kebijakan yang lebih sesuai untuk meningkatkan mutu layanan PAUD. "Setiap anak berhak mendapatkan layanan pendidikan yang bermutu, yang mampu menghadirkan pengalaman belajar berkualitas sehingga anak-anak dapat tumbuh cerdas, sehat, berkarakter, dan bahagia," ujarnya.
Melalui partisipasi aktif seluruh satuan PAUD dalam mengisi Sulingjar, diharapkan tersedia data yang akurat sebagai dasar pengambilan kebijakan dan perbaikan layanan PAUD secara berkelanjutan. [Adisa R. A.]